Mengetahui nafsu (dan sifat-sifatnya) itu
salah satu sebab dan syarat makrifat/mengenal kepada Alloh. Sebab Rosululloh
saw. Bersabda :
من عرف نفسه فقد عرف ربه “siapa
yang bisa mengetahui/mengenal nafsunya maka dia bisa mengenal Tuhannya
(makrifat billah).
Para
ulama’ ahli tasawwuf berkata :
(
1). والجهل با لله
حرام ومعرفة الله واجب
“Bodoh (tidak mengenal) Alloh itu hukumnya haram, dan makrifat
(mengenal) Alloh itu hukumnya wajib.
(Ket kitab متممات جامع الاصول hal 228).
(2).
اعلم ان معرفة النفس فرض عين لكل فرد
من افراد الإنسان لأن معرفة الرب موقوفة على معرفة النفس لقوله عليه الصلاة
والسلام
“من عرف
نفسه فقد عرف ربه”.
“Ketahuilah bahwa sesungguhnya mengetahui
nafsu itu hukumnya wajib atau fardhu ‘ain, pada tiap-tiap manusia, sebab
mengenal Tuhan itu syaratnya harus mengenal nafsunya. Karena Nabi telah
bersabda : barang siapa mengenal nafsunya maka ia bisa mengenal Tuhannya. (Ket
kitab متممات جامع
الاصول صحيفه hal 230).
Apakah nafsu itu ?
Nafsu ialah
jisim(bentuk) yang halus yang diciptakan oleh Alloh dua ribu tahun sebelum
Alloh menciptakan jasad. Adapun jisim tersebut sebelum berhubungan/bertemu
dengan jasad itu disebut Ruh, dan ketika bertemu/berhubungan dengan jasad
disebut Nafsu, Ruh sebelum mengenal apa-apa (selain Alloh), Ruh itu selalu
Istifadhoh dihadapan Alloh tanpa perantara,. Adapun Nafsu berhubung sudah
berkumpul pada jasad lalu bisa mengenal selain Alloh, yang menyebabkan lupa dan
jauh dengan Alloh, dan menjadikan hijab untuk wushul /Musyahadah kepda Alloh,
Istifadhoh minalloh dan ma’rifat billah. Apabila Nafsu sudah seperti itu maka
membutuhkan beberapa peringatan(pengobatan) seperti memperbanyak dzikir,
Tawajjuh, Mujahadah,Muroqobah dan mauidhoh hasanah, supaya segera ingat dan
taqorrub kepada Alloh, bisa wushul, Musyahadah, makrifat dan Istifadhoh
minalloh.
Alloh berfirman : “وذكر فان الذكري تنفع المؤمنين”
“ Hai Muhammad ingatkan( berilah peringatan
pada umatmu), sebab peringatan itu bermanfaat pda orang-orang yang
beriman.” (Ket, kitab اسعاد الرفيق juz 2. Hal 18).
NAFSU MANUSIA ITU ADA
TUJUH
(1).
النفس
الامارة Nafsul-amaroh. Yaitu: Nafsu yang
selalu memerintahkan kejelekan. Alloh telah berfirman dalam Al-qur’an : وان النفس لامارة بالسوء
“Sesungguhnya nafsu itu selalu perintah
kepada kejelekan”.
Adapun
sifat-sifatnya diantaranya: 1. البخل
Bakhil.
2. الحسد Dengki. 3. الجهل Bodoh. 4. الكبر Sombong. 5. الغضب Marah. 6. الحرص
Sangat
cinta dunia (grangsang). 7. الشهوة Senang melakukan perkara jelek/hina.
Adapun
warna sinar/cahayanya yaitu biru, Tempatnya di tengah-tengah
antara
kedua alis mata(latifah nafs) لطيفة النفس . Sehingga orang ahli thoriqoh menggunakan
lathifah-lathifah untuk dzikir Alloh (الله الله الله ) supaya lathifah penuh dengan Nur Ilahiyyah,
penuh hidayah, Inayah dan mendapat rahmat dari Alloh, sehingga sifat-sifat
madzmumah(tercela) yang bertempat pada lathifah bisa terusir dan sirna, dan
diganti dengan sifat-sifat Mahmudah(terpuji).
(2).
النفس
اللوامه Nafsu Lauwamah. Yaitu : Nafsu yang
selalu menyesali (maido) setelah melakukan maksiat/dosa.
Alloh berfirman : “لا اقسم بيوم القيامة ولا اقسم
بالنفس اللوامة” “Aku bersumpah demi
hari qiyamat, dan aku bersumpah dengan Nafsu yang amat menyesali dirinya
sendiri.{ Maksudnya: bila ia berbuat kebaikan
ia juga menyesal kenapa ia tidak berbuat lebih banyak, apalagi kalau ia berbuat
kejahatan
}”
Adapun sifat sifatnya itu banyak, diantaranya
: 1. اللوم Menyesal(maido) 2. الهوي Mengikuti kesenangannya. 3. المكر Menipu. 4. الغيبة Menggunjing(ngrasani). 5. الرياء Riyak(pamer). 6. الظلم Aniaya(dholim). 7. الغفلة Lupa(pada Alloh). 8. الكذب Bohong. 9. العجب Ujub(membanggakan amalnya). Dan lain-lainnya.
Adapun warna sinar/cahaya Nafsu Lauwamah
yaitu Kuning. Tempatnya dibawah susu kiri kira-kira dua jari,( لطيفه القلب Lathifah Qolbi). Keterangan:
النفس اللوامة اى النفوس الشريفه التي لاتزال تلوم نفسها في
الدنيا والاخرة فاذا اجتهد في الطاعة تلوم نفسها على عدم الزياده واذا قصرت تلوم
نفسها على التقصير
(Nafsu lauwamah yakni nafsu yang mulia, yang
tidak habis-habisnya untuk menyesali dirinya sendiri, didalam masalah dunia dan
akhrat. Sebab nafsu ini ketika semangat beribadah/taat, ia menyesal karena
merasa kurang banyak ketaatannya, apalagi ketika ia berbuat dosa.(ket, Kitab تفسير منير juz 2, hal 414).
(3). ألنفس الملهمة Nafsu Mulhimah, yaitu Nafsu yang
selalu mendapat ilham supaya berbuat menunaikan kebaikan.
Alloh berfirman: ونفس
وما سواها. فألهمها فجورها وتقواها “dan nafsu serta penyempurnaannya
(ciptaannya). Maka Alloh mengilhamkan kepada nafsu itu (jalan) kefasikan dan
ketakwaannya”.
Adapun sifa-sifat nafsu Mulhimah itu banyak
sekali, diantaranya : 1. السخاوة Dermawan(loman) 2. القناعة Qona’ah(menerima). 3. التوبة Taubat. 4. التواضع Tawadhu’(merendahkan diri). 5. الصبر Sabar(tahan uji). 6. التحمل Mempertahankan(mbetah-mbetahke). 7. الحلم Lemah lembut(murah hati). Dan lain-lainnya.
Adapun warna sinar/cahaya Nafsu Mulhimah
yaitu merah. Tempatnya dibawah susu kanan kira-kira dua jari,( لطيفه الروح lathifah Ruh).
(4).
النفس المطمئنة Nafsu Mutmainnah yaitu nafsu yang sudah tenang, tentram
dan selamat dari sifat-sifat madzmumah (tercela). Alloh berfirman :
يا ايتها النفس المطمئنة ارجعي الى ربك راضية مرضية
“Hai jiwa/nafsu yang tenang. Kembalilah kepada
Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya.”.
Adapun
sifa-sifat Nafsu Mutmainnah itu banyak sekali, diantaranya : 1. الجود Memberi(lomo). 2. التوكل Tawakkal(berserah diri kepada Alloh). 3. العبادة Ibadah (menghamba kepada alloh dengan
ikhlas). 4. الشكر berSyukur (kepada
Alloh). 5. الرضى Ridho(terhadap semua
kehendak Alloh). 6. خشية Takut kepada Alloh. Dan
lain-lainnya.
Adapun warna sinar/cahaya Nafsu
Mutmainnah yaitu putih. Tempatnya diantara dada dan susu kiri kira-kira dua
jari, (لطيفة السر lathifah sirri).
Keterangan:
النفس المطمئنة: هي التي لا يستفزها خوف ولا حزن وهذه الخاصة
قد تحصل عند الموت عند سماع البشارة من
الملائكة وتحصل عند البعث وعند دخول الجنة بلا شك
Nafsu Mutmainnah ini
nafsu yang tidak terpengaruh dengan perkara-perkara yang menakutkan atau
menyusahkan, khususiyyah ini terkadang muncul ketika mati, dan mendapat kabar
gembira dari malaikat, terkadang muncul ketika dibangkitkan dari kubur, dan
terkadang muncul ketika masuk surga.( Ket kitab
تفسير منير juz 2 hal 446).
(5).
النفس الراضية Nafsu
Rodhiyah
yaitu : Nafsu yang sudah Ridho terhadap semua ketentuan dan kehendak Alloh
dalam segala hal.
Dalam
al-qur’an disebutkan “ ارجعي الى ربك راضية .
Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas.” yakni ridho dengan semua
ketentuan Alloh. Atau juga firman Alloh : ورضوا عنه “dan mereka sama
ridho dengan ketentuan Alloh” yakni
orang-orang yang mempunyai sifat khosyah/taqwa kepada Alloh mendapat balasan
dari Alloh, sehingga jiwa/nafsunya puas dan ridho terhadap semua ketentuan
Alloh.
Adapun
sifa-sifat Nafsu Rodhiyah itu banyak sekali, diantaranya : 1. الذكر Dzikir(ingat kepada Alloh). 2. الاخلاص Ikhlas(hanya kepada Alloh). 3. الوفاء Wafa’( Menepati janji). 4. الورع Waro’(menjaga dari perkara syubhat terlebih
yang haram). 5. الزهد Zuhud(meninggalkan
senang dunia dan merasa cukup dengan yang halal walupun sedikit). 6. الكرامات Karomah( kemuliaan). 7. العشق Rindu kepada Alloh. Adapun warna sinar/cahaya Nafsu Rodhiyah
yaitu hijau. Tempatnya seluruh badan lahir batin (لطيفة القالب/سرالسر lathifah
Qolab /Sirru-sirri).
(6).
النفس المرضية Nafsu Mardhiyyah yaitu : nafsu yang sudah mendapatkan
keridhoan dari Alloh. Dalam al-qur’an disebutkan : ارجعي الى ربك راضية مرضية “Kembalilah
kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya”. Yakni : sowan
/menghadapnya kepada Alloh sudah diridho oleh Alloh. Atau firman Alloh : رضي الله عنهم “Alloh benar-benar telah
ridho kepda mereka( orang-orang yang mempunyai sifat khosyah dan taqwa kepada
Alloh), sehingga nafsunya menjadi nafsu yang Mardhiyyah.
Adapun
sifa-sifat Nafsu Mardhiyyah itu banyak sekali, diantaranya : 1. حسن الخلق Baik budi pekertinya. 2. اللطف بالخلق Belas kasih kepada semua
makhluk. 3. ترك
ما سوى الله Meninggalkan semua perkara selain Alloh. 4. التقرب الى الله Taqorrub, mendekatkan diri kepada Alloh. 5.التفكر فى عظمة الله Berfikir tentang
keagungan Alloh. 6. الرضى
بما قسم الله Ridho dengan pembagian dari Alloh. Dan lain
lain. .
Adapun warna sinar/cahaya Nafsu Mardhiyah yaitu hitam. Tempatnya antara
susu kanan dan dada, kira-kira dua jari,( لطيفة الخفي lathifah
khofy).
(7). النفس الكاملة Nafsu kamilah yaitu: Nafsu yang
sudah bersih dari semua sifat-sifat madzmumah(tercela), dan sempurna
sifat-sifat kebaikannya, dan juga welas asih kepada semua makhluk. Nafsu ini
juga disebut nafsu shofiyyah (نفس صافية ). Nafsu Kamilah
termasuk golongan orang-orang sholihin dan diberikan Musyahadah kepada Alloh
didunia dan di akhirat. Alloh berfirman
dalam Al-qur’an : فادخلي
في عبادي وادخلي جنتي. “ (hai nafsu kamilah) Masuklah kamu didalam
golongan hamba-hambaku (yang sholihin), dan masuklah kamu dalam surgaku”.
(keterangan). Firman Alloh (فادخلي في عبادي) itu ditafsiri dengan :
(اى مع الصالحين) وادخلي جنتي (اى مع الصالحين لتفوزي بالنعيم المقيم الى ان قال وادخلي جنة شهودى فى الدنيا ما دامت فيها وهي الجنة المعجله. وجنة الخلود فى العقبى وهذا النداء الواقع فى الدنيا يسمعه العارفون اما فى المنام او بالالهام .
(اى مع الصالحين) وادخلي جنتي (اى مع الصالحين لتفوزي بالنعيم المقيم الى ان قال وادخلي جنة شهودى فى الدنيا ما دامت فيها وهي الجنة المعجله. وجنة الخلود فى العقبى وهذا النداء الواقع فى الدنيا يسمعه العارفون اما فى المنام او بالالهام .
Pengertian
tafsir ini yaitu apabila nafsu sudah menjadi nafsu kamilah, karena
sifat-sifatnya yang baik dan sempurna, maka Alloh dawuh dan memerintahkan
supaya nafsu itu masuk kedalam golongan orng-orang yang sholih, dan masuk
kedalam surganya Alloh. Adapun surga itu ada dua macam : 1. Surga didunia yaitu
berupa Musyahadah ila-lloh. Dan 2. Surga diakhirat yang kekal. Panggilan dan
pernyataan Alloh (dalam ayat diatas) itu bisa didengar oleh semua orang yang
sudah Makrifat bi-llah, ada yang lewat mimpi dan ada pula yang melalui ilham. (
ket, dari kitab حاشبة
الصاوى juz 4, hal 318).
Adapun
sifa-sifat Nafsu Kamilah itu banyak sekali, diantaranya : 1. علم اليقين ‘ilmul
yaqin. 2. عين
اليقين ‘ainul yaqin. 3. حق اليقين Haqqul yaqin. 4. العزلة ‘uzlah (menyendiri dari maakhluk). 5. الصمت Diam(dari perkataan yang jelek). 6. الصدق Sidq(jujur). 7. الاعانة Membantu pada makhluk. 8. الامتثال لاوامر الله Memenuhi semua perintah
Alloh. Dan lain lain. Adapun nafsu kamilah tidak mempunyai warna cahaya yang
khusus, karena mengandung antara enam warna cahaya nafsu yang tersebut diatas.. Tempatnya di
tengah-tengah dada (لطيفة
الاخفى
lathifah
Akhfa).
(Keterangan
dari kitab الفيوضات
الربانيه
hal
34-38. Dan kitab قطر
الغيث hal 5).
Dalam
kitab Tanwierul-qulub hal 465. Diterangkan :
{1}
والنفس: هي جوهر مشرق على البدن فان اشرق على ظاهر البدن
وباطنه حصلت اليقظة وان اشرق على باطن البدن دون ظاهره حصل النوم وان انقطع اشراقه
بالكلية حصل الموت
“Nafsu yaitu: jisim(bentuk) halus yang bisa
menyinari badan lahir dan batin maka akan menimbulkan terjaga(melek/tidak
tidur). Apabila menyinari battin saja, maka akan menimbulkan tidur. Apabila
terputus keseluruhan(tidak menyinari lahir batin), maka akan menimbulkan
kematian.”
{2}
واصل كل معصية وغفلة وشهوة وشرك هو الرضا عن النفس. واصل كل
طاعة ويقظة وعفة ومشاهدة عدم الرضا عنها
Asal
usul/pokok dari pada kemaksiatan, ghoflah (lupa pada Alloh), syahwat
(kesenangan), dan kemusyrikan itu sebab ridho dengan hawa nafsu. Dan asal usul/
pokok daripada ketaatan, terjaga (melek), terhindar dari barang haram, syubhat
dan makruh, dan musyahadah (melihat Alloh), itu sebab tidak adanya ridho dengan
nafsu.
Firman Alloh : واما من خاف مقام ربه ونهى النفس عن الهوى فان الجنة هي المأوي “Dan
Adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari
keinginan hawa nafsunya. Maka sesungguhnya surgalah tempat tinggalnya”.
Rosululloh saw. Bersabda : لا يؤمن احدكم حتى يكون هواه تابعا
لما جئت به tidak sempurna iman seseorang kecuali hawa
nafsunya mengikuti apa yang aku bawa(yang dibawa nabi yaitu syari’at islam).
Ket تفسير صاوي juz 4 hal 286.
{3}
فحينئذ لاشئ انفع للعبد من تهذيب نفسه. ولها باعتبار تاثرها
بالمجاهدات سبع مرات
Maka
dari itu tidak ada perkara yang lebih bermanfaat bagi hamba, kecuali
membersihkan nafsunya. Dan untuk membersihkan nafsu supaya bisa
berhasil, sebaiknya melalui mujahadah tujuh yang akan diterangkan selanjutnya.
MUJAHADAH DAN CARA
MENGOBATI NAFSU
المجاهدة
وعلاج الانفس السبعة
Mujahadah menurut arti bahasa, yaitu
Perang. Menurut arti syariat yaitu memerangi musuh Alloh, akan tetapi menurut
arti istilah ulama’ ahli thoriqot/Haqiqot yaitu memerangi hawa nafsu, terutama
nafsu Ammaroh.
Rosululloh
saw. Bersabda : المجاهد
من جاهد نفسه في طاعة الله “orang yang berjuang (perang sejati) yaitu,
orang yang perang melawan hawa nafsunya didalam masalah taat kepada Alloh.”
Bahkan berperang melawan hawa nafsu, menurut
Nabi disebut perang yang agung/besar, tentu balasannya juga besar.
Rosululloh bersabda :
قد
رجعنا من الجهاد الاصغر الى الجهاد الاكبر قالوا وما الجهاد الاكبر يا رسول الله ؟
قال جهاد النفس
“ Sebenarnya kita pulang dari perang kecil dan
menuju ke perang yang besar, lalu para sahabat bertanya : perang besar apalagi
ya Nabi? Nabi saw. Menjawab : perang besar yaitu perang melawan hawa nafsu”.
Sebaiknya para ikhwan yang mengamalkan
Thoriqoh, supaya melakukan mujahadah, sebab mujahadah itu termasuk penyebab
wushul ila-lloh yang agung. Syeih
dhiya’ud-din Ahmad Mustofa berkata : والمجاهدة فى الله من اعظم اسباب
الوصول الى الله
“Mujahadah karena Alloh itu termasuk penyebab wushul ila-lloh
yang paling besar.” Ket,
kitab متممات جامع
الاصول hal 221.
Syeih
Abu Ali Ad-Daqoq berkata :
من زين ظاهره بالمجاهدة حسن الله سرائره بالمشاهدة واعلم ان من
لم يكن فى بدايته صاحب مجاهدة لم يجد من هذه الطريقة شمعة تنير له الطريق
“ Barang siapa menghias angota lahirnya dengan
mujahadah, maka Alloh memperbaiki anggota batinnya (hatinya) dengan Musyahadah.
Ketahuilah, sesungguhnya orang yang pada tingkat permulaannya tidak mujahadah,
maka pelaksanaan thoriqohnya tidak akan menemukan penerang/nur, yang menerangi
jalan menuju Alloh (wushul ila-lloh)”.
Ket, kitab رسالة
القشيريه hal 98.
Syeih Abdul Qodir
al-Jilani ra. Berkata :
وقال
الشيخ عبد القادر الجيلاني رضي الله عنه
قال
لي ربي بطريق الالهام والكشف المعنوي
يا غوث الاعظم ” المجاهدة بحر من
المشاهدة وحيتانه الواقفون فمن اراد الدخول فعليه باختيار المجاهدة لان المجاهدة
بذر المشاهدة
يا غوث الاعظم طوبي لعبد مال قلبه الى
المجاهده وويل لعبد مال قلبه الى الشهوات
يا غوث الاعظم اذا اردت ان تنظر الي
في محل فاختر قلبا فارغا عن سوائى
(1).
Alloh swt sudah dawuh kepadaku melalui ilham dan mukasyafah : Hai Wali Ghouts yang agung,
Mujahadah itu sebagai lautannya Musyahadah. Adapun ikan-ikannya yaitu
orang-orang yang hatinya wukuf (berhenti) di hadapan Alloh. Dan barang siapa ingin masuk ke lautan
Musyahadah, maka harus menempuh cara mujahadah, karena mujahadah itu sebagai
bibitnya musyahadah.
(2).
Hai wali Ghouts yang agung , sangatlah beruntung orang yang hatinya
condong/ingin sekali mujahadah, dan celaka bagi orang yang hatinya condong
kepada kesenangan .
(3). Hai wali Ghouts yang agung, apabila engkau
ingin melihat aku pada suatu tempat, maka usahakan untuk mengkosongkan hati
dari selain Aku.
Bagaimana cara Mujahadah nafsi (memerangi
hawa nafsu kita) ?
Menurut keterangan dari kitab Tanwierul-qulub karya Syeih Muhammad
Amin Al-Kurdy An-Nasyabandy ra. Hal 467. Tentang cara melawan hawa nafsu itu
banyak sekali bisa melalui : Dzikir, Sholat, Puasa,Shodaqoh dan lain-lainnya
tergantung pada guru yang memberi
petunjuk dan resep mujahadah nafsu.

0 komentar:
Posting Komentar